Cabai Katokkon (Capsicum annuum L.var.sinensis)

Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan sangat terkenal hingga ke manca negara karena memiliki kekayaan adat budaya yang unik dan pemandangan alam yang eksotik. Disamping itu Kabupaten Tana Toraja juga memiliki kuliner khas yang sanggup memanjakan lidah, dan salah satu di antaranya adalah yang termasuk dalam komoditas sayuran yang terkenal dengan nama Cabai Katokkon.

Keistimewaan. Cabai Katokkon (Capsicum annuum L.var.sinensis) adalah sejenis Cabai atau Lombok primadona khas Tana Toraja. Bentuknya seperti cabai Paprika namun dalam bentuk mini, gemuk bulat pendek, dengan ukuran normal sekitaran 3-4 cm dengan penampang seukuran 2 hingga 3,5 cm, bewarna hijau keunguan saat masih muda, dan bewarna merah menyegarkan saat buahnya matang untuk diolah menjadi bahan kuliner penguat rasa makanan khas Tana Toraja.

Cabai Katokkon memiliki aroma yang harum mewangi serta tingkat kepedasannya yang selangit setingkat dewa menjadikan Cabai Katokkon ini menjadi lada favorit di Tana Toraja, terutama bagi para penggemar rasa pedas, dan hal itu pulalah yang menjadikan harganya cukup tinggi di pasaran.

Cabai Katokkon sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai agribisnis, karena harganya yang relatif stabil, tidak seperti cabai jenis lainnya. Dengan aroma khasnya dan rasa pedasnya yang luar biasa, menjadikan Cabai Katokkon selalu dicari orang untuk di konsumsi, sehingga harganya pun selalu diatas harga cabai lainnya.

Khasiat. Selain mengandung vitamin A dan vitamin C, serta antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker, khasiat Cabai Katokkon ternyata sangat banyak. Manfaat atau khasiat yang  didapat saat mengkonsumsi Lada Kotokkon ini yakni menambah nafsu makan, obat awet muda karena bisa memperlambat penuaan, anti stress, membantu mengatasi masalah persendian, menurunkan kolesterol, melancarkan aliran darah, mencegah stroke, meredakan batuk berdahak, melegakan hidung tersumbat, meredakan migran, dan masih banyak lagi.

Cabai Katokkon seperti pada umumnya cabai lainnya juga mengandung zat minyak atsiri Capsaicin, yaitu zat yang membuat rasanya menjadi pedas dan terasa panas di lidah. Konon rasa pedas Lada Katokkon sebanding dengan 4 kali rasa pedas dari Cabai Rawit, bahkan ada yang mengatakan sebanding dengan 10 kali rasa pedas dari Cabai Rawit.

Potensi. Cabai Katokkon merupakan cabai komoditas unggulan dikalangan petani cabai di Toraja. Lada Katokkon dapat tumbuh baik pada pada ketinggian 1000 – 1500 mdpl. Pada umur 3 bulan setelah tanam, Cabai Katokkon sudah bisa menghasilkan buah. Pada umumnya dalam 1 kali musim tanam Cabai Katokkon dapat dipanen sampai empat kali dengan produksi  setiap tanaman dapat mencapai 1 kg.

Potensi pengembangan Lada Katokkon merupakan salah satu prospek yang cerah bagi petani di Toraja. Hal ini didukung karena harganya yang cukup tinggi. Pada saat ini harga Cabai Katokkon di tingkat petani sekitar Rp 60.000/kg. Pada keadaan tertentu, terlebih khusus pada saat musim penghujan, harga Cabai Katokkon bisa menembus harga ratusan ribu di pasaran.

Inovasi teknologi yang sesuai akan menjadi prospek cerah untuk pengembangan Cabai Katokkon ke depannya sebagai salah satu komoditas unggulan masyarakat Toraja bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat Toraja saja tapi dapat diperkenalkan kedaerah lain.

cabe-katokkon

Teknik Budidaya. Pembibitan Cabai Katokkon dimulai dari memilih benih, mengeringkan buah, menyimpan buah, membuat pesemaian, menabur benih dan memelihara tumbuhnya buah sampai dengan saat bibit akan dipindahkan ke tempat penanaman.

Cabai Katokkon diperbanyak dengan bijinya. Biji (benih) dipilih dari buah yang masak pohon, tidak terserang penyakit, subur, kokoh dan berbuah banyak.

Buah cabai yang telah dipilih kemudian dikeringkan dengan dua cara, yakni buah cabai dilepas, diambil bijinya kemudian diangin-anginkan atau buah cabai dikeringkan, setelah kering, biji dipisahkan.

Pesemaian dilakukan dengan cara membuat bedeng pesemaian, menyemai benih dan merawat benih, akan lebih baik bila benih yang sudah tumbuh setelah 15 hari disapih ke dalam polybag plastik yang berdiameter 5 cm, umur pindah tanaman yang baik adalah 30-45 hari setelah semai.

Sambil menunggu saatnya bibit dipindahkan untuk ditanam maka Anda dapat mengolah tanah pada lahan yang akan ditanami dengan tujuan untuk menggemburkan tanah agar perakaran tanaman lebih baik. Setelah gembur, dibuat bedengan dengan lebar 1-1,5 m dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Pada musim hujan dianjurkan membuat parit dengan kedalaman 25 cm.

Penanaman didahului dengan penyiapan lubang dengan jarak 50 x 80 cm. kemudian lubang diisi dengan pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 1 – 2 genggam. Penyulaman cabai dapat dilakukan paling lama 2 (dua) minggu setelah tanam.

Penyiangan dilakukan sesuai keadaan pertumbuhan gulma, tapi bila Anda akan menghemat tenaga, penyiangan dapat juga menggunakan mulsa plastik hitam perak, penyiangan dimaksudkan pula untuk menggemburtkan tanah.

Pemupukan yang baik pada cabai ini adalah dengan menggunakan pupuk alam. Batasi penggunaan pupuk buatan terutama urea karena tanaman cabe akan peka terserang penyakit layu, disarankan menggunakan pupuk buatan TSP dan KCl dengan dosis masing-masing 2,5 gram dan 5 gram per pohon.

Hama yang sering menyerang cabai ini adalah kutu daun dan lalat buah, sedangkan penyakit yang menyerang biasanya penyakit busuk buah, busuk daun dan busuk akar. Penyakit tersebut dapat ditanggulangi dengan fungisida seperti Kocide 77.

Panen merupakan pekerjaan akhir yang dinanti-nantikan oleh penanamnya sebagai hasil jerih payahnya. Panen pertama Cabai Katokkon dilakukan setelah tanaman berumur 3 – 4 bulan setelah pindah tanam. Setelah panen pertama, maka panen berikutnya dapat dilakukan setiap 3 hari sekali dan pemetikannya dapat berlangsung 8-10 bulan.

Berdasarkan pengalaman jumlah buah Cabai Katokkon dapat mencapai 100 – 150 buah/pohon selama masa hidupnya, setara dengan 0,8 – 1,2 kg cabe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s