Gunung Sado’ko’ Rembon, Toraja Menyimpan Jutaan Tantangan

Anda Para Petualang Pasti punya caranya sendiri dalam menikmati Alam. Banyak dari para Petualang ketika hendak keluar ke Alam Bebas selalu mencari Hal-hal yang membuat Mereka tertantang. saya pernah membaca sebuah Tagline “PETUALANG HEBAT ADALAH MEREKA YANG MENYUKAI TANTANGAN”. Saya saja yang baru membaca Tagline itu Seperti terdorong ingin cepat-cepat keluar ke Alam Bebas. Terus bagaimana dengan Mereka yang sudah terbiasa? Tagline ini juga tidak Boleh disalahgunakan ya… Buat anda yang belum terbiasa dengan Dunia Petualangan, Jangan langsung mencari tempat yang menantang karena Kebanyakan di alam Punya Aturannya masing-masing. Belum lagi jika anda bertemu dengan Medan yang berat, Licin, Gelap, Harus ada Orang yang lebih Senior yang mendampingi Anda. Makanya jika ini disepelehkan, Banyak dari Para pendaki mengalami hal-hal yang tidak diingikan. Juga Peralatannya Harus Safety, Paham soal jalur yang akan dilewati, Intinya semua ada dalam Manajemen Perjalanan yang biasa diajarkan dalam Sebuah Organisasi/Komunitas Pecinta Alam.

Nah, tadi kita sudah menyinggung soal tantangan kan? Sekarang saya akan memperkenalkan Anda sebuah tempat yang Bisa jadi Referensi anda untuk Para Petualang yang Pusing mau kemana lagi? ini tempat untuk anda Pecandu Ketinggian… Penasaran kan???

10001582_296906967128436_1399081526_n
Sumber: Dok Pribadi

GUNUNG SADO’KO’ adalah Salah satu pegunungan di Toraja yang masih Sangat alami dengan Hutan yang Lebat. Gunung Sado’ko ini letaknya di Kandeapi, Lembang Sarapeang, Kelurahan Talion, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja.

Wilayah Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan lereng bagian utara dari deretan perbukitan G. Sado’ko’. Di daerah tersebut  mengalir Sungai Pessimbongan yang mempunyai kemiringan lereng 30–45°, berada pada ketinggian 900-1800m di atas permukaan laut dan berhulu di kaki.

10009848_296907227128410_1641336904_n
Sumber: Dok Pribadi

Untuk Akses Jalan Menuju Lokasi Bisa dijangkau untuk kendaraan Roda 2. Hanya saja Jalan yang terjal dan Berbatu masih sering anda Temukan. Disepanjang jalan banyak Tanaman Lokal penduduk yang anda Temui Sepeti Tumbuhan Kopi dan Markisa, Pohon Cemara dan Pinus.

 

10152606_296902420462224_1463505360_n
Sumber: Dok Pribadi

Saya tidak sempat mencatat Waktu Tempuh dari Meeting Point sampai di Lereng Gunung. Intinya perjalanannya sangat Lama, Belum lagi kendaraan yang harus berhenti berkali-kali Karena Licin. Padahal saat itu Musim Kemarau, licin itu di karenakan Banyaknya sumber air yang mengalir masuk ke Jalan, belum lagi Tanah di daerah tersebut adalah Tanah Merah yang jika tergenang air sedikit saja, Beceknya minta ampun.

Waktu saya cek ketika sampai Camp.  Meeting Point Kami di Gedung Gereja Jemaat Rembon yang diantar oleh salah satu Anggota dari KPA Greenstar, Hingga sampai di Camp itu ada sekitar 5-6 Jam.

1689393_296055670546899_1913243094_n
Sumber: Dok Pribadi

Belum ada Pos-Pos yang dibuat sepanjang jalur Pendakiaan, Karena Saat itu Masih jarang pendaki yang mengenal tempat ini. Udara dan Hawa dingin di Sepanjang perjalanan sangat terasa. Juga jalur yang sudah kurang jelas karena di tumbuhi oleh Tumbuhan Paku yang Menutup Jalur yang Lama. Kami memulai pendakian masih dalam keadaan siang setelah mulai ke dalam Hutan, Kegelapan Mulai Menyelimuti. Jadi Anda Perlu berhati-Hati. Pakai Celana Panjang sebagai antisipasi  Banyak tumbuhan dengan daun Tajam yang bisa melukai anda. Juga Pacet yang kadang datang menyapa darah anda. Sediakan Headlamp Jika anda melakukan Pendakian Malam. Jadi harus betul-betul di perhatikan.

10007503_296055660546900_47918107_n
Sumber: Virgo Kalemben

Nanti anda akan mendapati Bonus Dataran untuk Camp , Karena belum ada Pos sebagai penunjuk setidaknya dataran itu yang jadi tanda. Keesokan Harinya anda Bisa Melanjutkan Perjalanan Hingga Ke Puncak. Puncak di Tandai dengan Sedikit dataran, Ada satu Pohon Pinus yang Tumbuh. saat berada di situ anda Akan di kelilingi oleh Jurang. Jadi Harus Hati-Hati.

1012155_296898817129251_1662735550_n
Sumber: Wahyu dian (Puncak G Sado’ko’)
10013335_296904257128707_1542304280_n
Sumber: iin indah palupi (Puncak)
10151967_296055313880268_860169819_n
Sumber: Dok Pribadi (daerah camp)
1969215_296051750547291_1515628062_n
Sumber: Zeth Daning (sumber air +-10menit)
10003180_296053843880415_750552988_n
Sumber: Virgo Kalemben (Sumber Air)
10013918_296054893880310_603437058_n
Sumber: Seprianto Kombong
1493244_296054127213720_1986165172_n
Sumber: Noven Pasassa’

Sekian Dulu Soal Gunung Sado’ko. Jika ingin Berkunjung kesana setidaknya ada Leader yang lebih tahu jalur, Anda bisa menghubungi Komunitas Pecinta Alam di Toraja yang sudah Pernah Ke sana. Kalau belum Tahu, Jangan Coba-coba untuk melakukan Perjalanan sendiri. Ingat… Jangan Tinggalkan Apapun Kecuali Jejak.

Salama’ 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Asep says:

    Sado’ko’ itu masuk lembang kayuosing neng, sumpah.. klo mo naik emang bisa dr lemb sarapeang ato batusura’.. tp gpp yg pnting tetep smngt posting keindahan alam toraya as much as u can..

    Like

  2. Pingback: Klik Toraja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s