Keajaiban Mimpi: Bagaimana Mimpi Merobohkan Tembok-Tembok Kota

Tahukah anda, Sebenarnya kata Mimpi itu sudah diperkenalkan kepada kita sejak kita masih kecil bahkan ketika kita dalam kandungan ucapan manis tentang mimpi, Mama-Papa sudah perdengarkan untuk anaknya yang hebat seperti sekarang. Dulu ketika Mama mengandungmu dielus-elusnya perut mama lalu mengatakan “Nak, Semoga kamu lahir dengan keadaan yang sehat dan normal” atau mungkin ketika kamu sudah lahir kedunia Mama-Papa yang ketika menggendongmu berkata “Anakku yang ganteng, semoga kamu tumbuh dewasa, jadi anak yang baik, berbakti pada orang tua, terlebih jadi berkat buat orang lain” Tahukah anda itu adalah mimpi yang Mama-Papa Harapkan dari seorang anak bayi yang baru lahir. Kita diperdengarkan Mimpi Mama-Papa yang sekaligus jadi harapan mereka kelak.

Nah dari itu, Sebagai Manusia Normal, kita semua pasti sudah pernah bermimpi, entah itu mimpi ketika kita tidur, atau bermimpi soal kehidupan yang akan datang dimana sebagian orang mendefenisikannya Sebagai cita-cita, harapan-harapan yang Hasil Akhirnya belum tentu bisa diterjemahkan. Terlihat Konyol untuk satu Manusia Kecil, Punya Ketebatasan dan bermimpi ingin menjadi yang paling Hebat. Why Not? Itulah Keajaiban Mimpi. Ya.. Mungkin Mustahil untuk Menggapainya Jika hanya sekedar Celoteh yang Keluar kemudian bermain dengan dunianya sendiri tanpa ada Tindakan Bagaimana setidaknya celoteh itu bisa dimuat dalam media massa? Atau hanya jadi Mimpi sementara, Kemudian ketika ada Panas maka mencairlah Dia? Itu Bukan Pemimpi. Pemimpi yang Hebat dan Berkualitas adalah mereka yang mengatakan 3,5 Tahun Kedepan Saya akan Jadi Lulusan Mahasiswa Teknik Sipil dengan Nilai IPK 4,00. Buatlah Passion untuk Diri anda terlebih dahulu itu yang akan jadi api pembakar untuk selalu memberimu semangat, dorongan ketika kamu drop, atau stress menghadapi tugas kuliah yang begitu banyak.

Dulu, Saya juga adalah Seorang Pemimpi. Bahkan Saya bermimpi melebihi Normal. Ditengah ketidakmungkinan kehidupan, Saya seolah-olah menempatkan Posisi saya dititik Aman. Jika pada saat itu ada Razia petugas kepolisian di Dunia Mimpi, mungkin saya akan kena tilang karena kelewatan batas dalam bermimpi, sering menghantam tembok-tembok pembatas kota mimpi dengan dunia nyata, bahkan saya berjalan seolah-olah pujangga di Negeri itu, Terlihat Gila bagaimana Manusia seperti saya sejak kecil bermimpi menjadi Seorang Astronot. Saya bermimpi tidak tanggung-tanggung, diotak saya hanya ada Dunia Dirgantara, Bagaimana saya bisa terbang ke Bulan. Hanya itu… Teman-teman kadang mengejek-ejek jika disekolah di Tanya sama guru : “Eunike, Kamu Cita-citanya mau jadi apa?” dengan semangat saya menjawab “Astronot” saya saat itu tidak ambil hati dengan suara tawa teman-teman karena pada saat itu masih polos-polosnya saya tentang perasaan. SD-SMP cita-cita saya masih tetap dengan “ASTRONOT” tapi pada saat beranjak masuk kedunia SMA cita-cita saya berubah jadi “PILOT” yang masih sepupuan dengan “ASTRONOT”. Mengapa cita-cita saya bisa berubah? Padahal dulu ASTRONOT ibarat nasi kalau berbicara Cita-Cita.  Ini karena saya sudah memasuki Masa dimana Perasaan saya lebih banyak bekerja. Saya malu ketika menyebut Astronot  dan itu Hanya jadi bahan tertawaan remaja dewasa dibangku SMA. Saya sudah harus berpikir hal yang waras, apalagi ketika saya mendengar “Bermimpi boleh saja, tapi hati-hati kalau mimpinya ketinggian nanti jatuhnya sakittttttttt bangettttttt” ini kok mirip saya lagi menerbangkan pesawat dan kemudian masuk kedalam Awan cumulonimbus, getarannya terasa banget L saat itu, saya berkata dalam hati anggap saja itu sebagai gendang nada fals, yang dalam dunia musik berkata yang indahnya kamu resapi J yang fals-nya kamu latih lagi biar jadi sumber suara yang enak di dengar J Ambisi saya begitu membara-bara ketika duduk di bangku SMA, Saya semakin suka dengan dunia Dirgantara. Saat naik dikelas 2 SMA saya sudah mulai search di internet Pendidikan di Dunia Penerbangan yang Murah di Kota Saya. Saya sebenarnya sangat ingin sekali Masuk Sekolah Penerbangan seperti ATKP yang kebetulan ada dikota saya.  Saya berpikir dengan masuk sekolah kedinasan jaminan untuk kerjanya tidak diragukan lagi. Tapi Biaya masuk Lumayan Gede, saya konsultasilah sama orang tua. Mereka agak ragu takutnya nanti saya berhenti ditengah jalan karena tidak mampu membayar pendidikan selanjutnya. Saya mau bilang apalagi? Backingan dana pendidikan saya kan dari orang tua. Kasihan kalau saya terlalu memaksakan. Saya dapatlah Training Penerbangan selama 1 Tahun. Saya masuk Kampus itu dengan penuh hati, semnagat belajar dunia penerbangan begitu jadi makanan buat saya, Rasa Malas jadi musuh buat saya, yang dipikiran saya bagaimana saya lulus dengan peringkat terbaik. Dan Puji Tuhan saya Wisuda Desember 2014 dengan mendapat penghargaan peringkat 1 terbaik di Cabang Saya. Disini saya berlajar bagaimana Keajaiban Mimpi Mengubah saya.  Setelah itu saya kemudian On The Job Training di salah satu bandara international di Kalimantan Timur saat itu saya di tempatkan dibagian Operasional GARUDA dan CITILINK yang di Handle oleh PT GAPURA ANGKASA. Dibagian ini, kita kerjanya dibagian Lapangan, Saya selama OJT di Bagian Operasional kerjaan saya isi Loadsheet/Surat Muatan Pesawat yang setelah saya kerjakan maka diantarlah ke Pilot, Jadi tiap hari saya berinteraksi dengan Pilot. Betapa bahagianya saya ketika Tiap hari berbicara dengan Pilot dan bisa berada di Cockpit Pesawat bersama orang-orang hebat. Saya bilang sama Tuhan: “Tuhan Saya mau ini, Saya mau pekerjaan ini, Berdiri di tempat ini saja saya sudah sangat, sangat, sangat senang. Sebagian dari mimpi saya sudah ada terlihat, Tinggal beberapa Langkah Lagi Tuhan” Ini Betul-betul Keajaiban mimpi Ketika tiap hari bertemu REPLIKA MIMPI TENTANG DIRI SAYA. Saya Training di Bagian itu selama 1 Bulan, Sehabis itu saya pindah lagi di bagian Check In Citilink. Dimana saya lebih banyak berinteraksi dengan Orang lain, beragam karakter manusia saya dapatkan, Kali ini saya betul-betul diajar bagaimana untuk Berani, dan Bagaimana untuk Bersabar. Tidak terasa ON THE JOB TRAINING SAYA akan segera selesai. Saya berharap saya Dapat Pekerjaan yang tidak jauh-jauh dari Jurusan saya. Setelah OJT Saya kemudian memasukkan lamaran saya dibandara, ya walaupun belum ada lowongan setidaknya dimasukkan saja dulukan, jika nanti buka setidaknya lamaran saya sudah ada diatas meja sambil saya mencari pekerjaan lain. Tapi mungkin Tuhan Menginginkan yang lain untuk masa depan saya, setelah 3 bulan lamanya saya mencari pekerjaan, hasilnya tak kunjung saya temukan. Ini Keadaan yang betul-betul mendatangkan pergumulan dengan Tuhan. Malam itu saya menangis lalu saya bilang sama Tuhan “Salahkah Tuhan Saya Bermimpi, Jika mimpi itu salah, kenapa tidak sekalian kau Hapus lebih awal? Dan Sekarang ketika sebagian dari mimpi itu sudah bisa aku raih dengan Kerja Kerasku, kau kembalikan itu Menjadi Nol, Tuhan Terlalu memutar-mutar hidup saya” Saya terpaksa harus kembali ke Kota saya, karena untuk tetap tinggal di perantauaan orang tanpa ada biaya sama saja saya berusaha membunuh diri saya sendiri. Mungkin Tuhan Punya Jalan Cerita lain Atas hidup saya. Saya pun kembali Ke Kota asal saya berharap di sana saya dapat Pekerjaan. Dan Puji Tuhan Saya sekarang sudah dapat pekerjaan. Walaupun itu bagian terkecil dari Dunia Dirgantara setidaknya tiap hari saya masih bisa belajar soal Penerbangan. Pakerjaan saya kali ini, mungkin adalah Tanda Terima Kasih yang dewa mimpi kasih setelah Pesawat Saya gagal mendarat. Hahahaha begitulah seorang pemimpi berdialek bahagia untuk dirinya sendiri.

Sebuah kisah bagaimana Keajaiban Mimpi Terjadi. Dan jika sekarang saya ditanya, Masih mau kah anda bermimpi lagi? Atau mungkin tidak kapok kah anda punya mimpi yang terlalu tinggi yang ketika anda jatuh sakitnya luar biasa? SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI. Mimpi menjadikan saya kuat, menjadikan saya wanita yang  hebat, walaupun saya pernah jatuh karena mimpi setidaknya saya adalah wanita yang beruntung bisa mendapatkan sebagian dari mimpi itu. Usia saya juga masih muda, Perjalanan saya masih panjang. Saya masih punya banyak waktu untuk bermimpi. Saya Yakin Tuhan Itu Adil. Usaha mana yang tidak diindahkannya? Kamu gagal bukan berarti Mimpimu juga gagal.

Saya juga sempat berpikir seperti ini, Yang tidak pernah punya mimpi seperti itu, dikasih mimpi yang seperti itu. Sementara dilain Sisi Yang Punya mimpi seperti itu, tidak di kasih mimpi yang seperti itu. Pikiran pendeknya kita, mungkin ini tentang Siapa yang Lebih dekat dengan Dewi Mimpi?, atau Siapa yang bisa merebut Hati Dewa Mimpi? kalau tdk ini biang keroknya siapa? ada sisi tersembunyi yang manusia kadang ungkapkan “Takdir” Ketika itu Keluar dari mulut siapapun. Saya Benci itu. Sumber suara yang Mematikan. Tidak ada lagi Pemimpi dengan Catatan-catatan kecil, tangan yang mengetik 1000 kata per menit, tissue diatas meja tetap pada posisinya karena tidak ada lagi pemimpi yang tiap hari menangis berteriak goal atau down. ini karena sumber suara yang mendefenisikan Mimpi terlalu sempit.

Takdir memang Tuhan yang tentukan. Tapi takdir bukan alasan untuk anda berhenti bermimpi. Anda lihat seorang cacat bermimpi menjadi atlet renang dan itu bisa dia capai bahkan menjadi juara untuk profesi yang ia mimpikan. Ditengah ketidakmungkinan manusia, Tuhan kasih mimpinya jadi nyata. Atau seorang buta yang bisa ikut olimpiade matematik di tingkat international. Dan banyak lagi bukti nyata dari mimpi.

“Sekarang giliran anda untuk bermimpi, Mimpilah setinggi dan sejauh mungkin. Buat Aksi anda sendiri yang sesuai diri anda sendiri. Raih apa yang bisa kamu raih, Paksakan jika itu belum menyakiti anda dan orang lain. Jika anda jatuh, yakinkan diri anda ada Tuhan sementara menulis jalan mimpi yang lebih dasyat untuk Pemimpi Hebat seperti anda”

6360786373366539671456026379_lonely-girl-wide-1

(eu.pak)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s