“Mendadi Tau” Menjadi Orang, Dalam Pandangan Orang Toraja

Lahir dari darah Orang Toraja, hidup dan besar dalam lingkungan budaya Toraya merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang saya dan anda rasakan.  Ajaran yang kita dapat dari orang tua dan masyarakat toraja tempat dimana kita berinteraksi merupakan bekal ketika anda dan saya tumbuh dewasa. Ketika kecil, ayah ibu menggendong anda, Na Lolloan Komi “Den o upa’ mu madi’ kapua, Mu Mendadi Tau” (semoga kamu cepat dewasa, dan bisa menjadi orang) Anda tahu, Jutaan harapan dari ucapan orang tua kita ketika masih kecil tergambarkan dalam 1 kalimat itu. “Mendadi tau” dalam bahasa Indonesia “Menjadi Orang”. Loh, Bukannya saya sudah jadi orang? Itu pertanyaan yang mungkin bisa di jawab berbeda-beda.

Pernah suatu hari, saya bertemu seorang dosen dari salah satu Universitas di Sulawesi Tengah dan sempat kami bercerita soal Toraja yang kebetulan beliau juga adalah Orang Toraja. Beliau mengatakan begini “Mendadi Tau, ke kita to Toraya taek na sebatas sukses, buda seng na, buda oto na, buda banuanna, buda alang na, buda tedong na Pa yatu Mendadi Tau MANARANG sia KINAA ” Manarang yang artinya Pintar, Kinaa artinya berperilaku Baik. manarang pun bukan hanya sekedar pintar dalam teori tapi harus ada bukti nyata dari kepintarannya itu. Beliau memberi contoh : “Ke den masalah lan tondok, yamo la bendan ma’kada na den solusi” dia hadir jadi penengah dalam setiap persoalan-persoalan dalam masyarakat. Makanya tidak semua orang sukses itu sudah dikatakan “Mendadi Tau” jika kebanyakan pandangan kita hanya melihat ke sisi materi, Saat Orang Toraja Membangun Selusin Rumah Toraja itu baru dikatakan mendadi tau? Atau memiliki pekerjaan yang bagus dengan penghasilan yang tinggi ? Anda salah..

Kita Orang Toraja patut bersyukur karena sejak kecil penanaman nilai-nilai social di dalam masyarakat sudah diajarkan sejak dini, walaupun tidak secara langsung. Misalnya saja, ketika kecil anda di berikan pekerjaan yang mungkin jika di daerah lain anak diusia itu belum bisa untuk melakukannya. Contoh kecilnya:

Dalam bertani, Kita di  Toraja yang dominan kegiatan perekonomian kita dahulu adalah bertani. Coba lihat, anak-anak di usia yang masih sangat muda turun ke sawah membantu orang tua mereka ketika musim panen, atau saat akan menanam padi, bahkan mereka yang terlihat bukan hanya satu individu saja, tapi berkelompok. Mereka di ajar turun ke ladang, sawah sebagai awal pembelajaran. Toh, lihat atau coba bertanya ke orang-orang sukses Toraja apa masa kecil mereka hanya seputar dia duduk di rumah menghabiskan harinya dengan membaca, belajar? Tidak… Mereka pasti akan menceritakan bahwa dulu “Nang Maparri’ Katuoan”, “Kehidupan Sulit”. Mereka yang harus berjalan kaki 10KM untuk menuju sekolah, tanpa alas kaki dibawah terik matahari pula. Belum lagi ketika pulang sekolah, mereka harus menggembakan kerbau, mencari rumput untuk makanan ternak.

Terus kalau sekarang, Mungkin muncul pertanyaan dari anda, Apa iya masih ada anak muda sekarang yang masih mau turun kesawah? Kita di Toraja, mungkin di bagian perkotaan (Makale, Rantepao) jarang kita temukan, tapi coba anda jalan-jalan ke daerah lain (rembon, rantetayo, pangala’ dll) . Masih banyak kok, anak muda kita yang mau turun ke ladang, masih mau menggembalakan kerbau di sela waktu luangnya. Tidak jarang mereka yang kuliah di luar pulau Sulawesi ketika pulang ke Toraja masih turun ke sawah, male pa metambai, male manglaa.. Coba deh sekali-kali ketika melihat hal serupa tanya mereka, Kenapa masih mau turun ke ladang?

Terus, dilain sisi mungkin anda menjumpai mereka yang hidup dan besar di Toraja, kemudian keluar satu atau dua bulan ke daerah lain, na sule langngan toraya na taek mo na tandai ma’ bahasa toraya? Mereka meninggalkan Toraja hanya durasi waktu satu, atau dua bulan dan ketika kembali ke toraja sudah tidak tahu bahasa Toraja. Seperti angin dia berdialek padahal kita ini orang Toraja , Ini bukan hanya sekedar cerita. Fakta dilapangan banyak. Sangat di sayangkan, Kita Kaget Kota. Terus bagaimana jika anda keluar negeri misalnya, 1 atau 2 Tahun jangan-jangan pulang Toraja kita sudah tidak mengenal bahasa daerah kita?

Itu adalah contoh kecil bagaimana kita berproses untuk bisa menjadi orang “Mendadi Tau”. Saya sempat mendengar cerita seorang bapak ketika diatas angkutan umum, dia mengatakan begini “Kalian anak muda sekarang, harusnya semua pada pintar-pintar. Sekarang teknologi sudah canggih, semua serba bisa diakses lewat internet”, “ kami dikkak tonna pissan pa’ nannangan ri ki pake melada’ pa mendadi tau sia kan dikkak totemo, ki dadian o anak ki didik na mendadi tau duka sia dikkak”

“Tidak seperti kami waktu dulu, hanya pelita yang kami pakai untuk belajar tapi sekarang kami bisa kok jadi Orang, bahkan melahirkan anak-anak yang kami didik agar bisa menjadi orang”

jadi mungkin tepatnya seperti ini… Mendadi Tau atau Menjadi Orang adalah Pribadi yang Sukses Spiritualitas, Sukses Sosial dan Sukses Finansial. karena ketika kita mati, uang tidak ada gunanya lagi, tapi Jejak Teladan untuk Anak Cucu dan Daerah kita. Itu Yang Penting..

Salama’

Penulis Eunike Pakiding

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. Ardi says:

    W 7 tahun gak pulang masih bisa bahasa toraja, pas pulang malah orang yg nanya mu tandaisiaparaka mak basa toraya ???

    Like

  2. KALO MENYIMAK POSTINGAN SODARI EUNIKE YANG DI PEROLEH BAIK DARI NARASUMBER DAN LANGSUNG DI LAPANGAN MEMANG BETUL MAKNA MENDADI TAU ITU SUDAH SANGAT MENGENA INTI DARI KATA ITU HANYA SANGAT DI SAYANGKAN KATA ITU SUDAH MENJADI ANGIN LALU DI KAMPUNG KITA KARENA ADA DARI BEBERAPA WARGA TORAJA YANG SUKSES DATANG DAN MERUSAK TATANAN ADAT DI TORAJA YANG BERIMBAS KEPADA MAKNA DADI TAU ITU LEBIH TAJAM KEPADA FISIK YANG KELIATAN (MATERI, PEKERJAAN) SEPERTI YANG DIKATAKAN NARASUMBER DI ATAS…SAYA SEBAGAI WARGA TORAJA MERASA BUDAYA (NILAI MORAL / ADAT/ ETIKA) TORAJA IBARAT DUNIA SATWA ADALAH SATWA YANG HAMPIR “PUNAH”… BAD STORY I THINK 😦

    Like

  3. Vale says:

    Knp hrs di prmslkan justru kt hrs bangga dn brsyukur,mrk dn kt sm2 org toraja. Krn bnyk org toraja sukses bkn krn latar blkanx. Jangan pandang ms lalu di wkt skrang. tp lhtlh skrng dgn wkt skrng.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s