FILOSOFI “Lendu’ Na Salubarani, Tawana Mo Tau To”

“Lendu’ Na Salubarani, Tawana Mo Tau To” adalah Ungkapan yang tidak asing lagi di telinga anak muda Toraja. Bahkan ini kadang jadi bahan candaan ketika mereka sedang menikmati kopi bersama atau sedang bergurau dengan teman, dan kadang juga ungkapan ini jadi nasehat berantai ketika mereka sementara membahas tentang cinta. Kopi dan Cinta ketika bertemu “Marasa kade’ cerita nakua pia” Hahahaha…

Asal mula ungkapan ini tidak kita ketahui. Sumbernya siapa? Pengemukanya siapa? Tapi ungkapan ini salah satu yang terpopuler. Entah karena lucu atau ada makna tersendiri yang tersimpan untuk mereka yang paham. Terus apa sebenarnya makna Ungkapan itu?

Sebelum menjawab itu kita bahas Pengertian dari “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” secara Harfiah.

Satu kalimat dalam Bahasa Toraja yang kita Jabarkan satu persatu artinya:

Lendu’ = Lewat

Salubarani= Nama Desa

Tawa=Bagian/Milik

Tau=Orang

Jadi, “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” jika kita terjemahkan secara Harfiah adalah “Lewat dari Salubarani itu Sudah jadi bagian/Milik orang lain”. Mengapa memakai Nama Salubarani? Itu mungkin karena Salubarani adalah perbatasan antara Toraja dengan Enrekang, yang digunakan Si Pengemuka sebagai batas/patokan untuk mengukur rasa,nilai, atau kepercayaan yang berhasil tumbuh menurut pandangannya sendiri dan itu ternyata berkelanjutan.

Jadi sekarang sudah paham kan arti “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” ? Sekarang kita kembali ke pertanyaan tadi Apa makna Ungkapan Tersebut?

Saya memulai dalam Hal Cinta, ketika Pasangan kamu yang Notabene mungkin Satu daerah dengan Kamu (Toraja) dan harus keluar ke daerah yang lain entah karena itu karena ingin melanjutkan Pendidikan atau mencari Pekerjaan. Kadang ungkapan ini sering dijadikan candaan teman-teman kamu untuk menakut-nakuti kamu yang sementara berjuang dalam perkara cinta yang rumit karena harus di tinggalkan.. hahahaha.. ini kok kesannya lucu yaaa 😛 😛 😛

Intinya seperti ini teman-teman, Ungkapan ini hanya sebagai cambuk saja buat teman-teman perpikir, Bagaimana kita melihat segala sesuatu dari sisi baik dan buruk, Indah dan jelek, dan bukan hanya dari sisi benar atau salah. Pasangan kamu keluar kan bukan untuk mencari yang lain tapi untuk mengejar masa depan yang nanti akan kalian lewati bersama. jika dilain sisi dia keluar dan ternyata menemukan yang lain diluar sana, Positif Thinking AJA “Tannia Pa Dalle’ku” hahahahahaha.. jodoh tiap Manusia Tuhan sudah sediakan, hanya saja belum waktunya Tuhan Pertemukan.

Kemudian kita coba membawa ungkapan itu dalam hal CITA-CITA/PRESTASI, Anak Muda Toraja harusnya yang paling semangat ini. “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” “Lewat dari Salubarani itu Sudah jadi bagian/Milik orang lain” ini prinsip yang mendobrak pribadi Anak Muda Toraja untuk selalu mempertahankan apa yang sudah dimiliki, jangan sampai kesempatan yang ada diambil orang lain. Jadi sebisa mungkin kita Anak Muda Toraja memanfaatkan semua kesempatan dengan baik. Ini lebih kepada waktu yang berjalan beriringan dengan inovasi dan kreativitas Toraja untuk Dunia. Toraja Punya segalanya; alamnya indah, Budayanya Unik, hasil-hasil kerajinan tangannya Berkualitas misalnya Kain Tenun Toraja dll. Nah sekarang Tinggal bagaimana Sumber Daya Manusianya berpikir biar setiap kesempatan yang ada dimanfaatkan dengan baik. Mapalla ki’ ke na doloi ki’ Tau senga’.. Padahal Kualitas kita jauh diatas mereka, kita hanya kalah di Action.

Jadi, Filosofi “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” adalah Sebagai Cambuk untuk Generasi Muda Toraja Berpikir agar bisa memanfaatkan semua kesempatan yang ada, karena sekali kesempatan itu lewat, itu sudah jadi milik orang lain. Kita punya Kualitas, sekarang tinggal bagaimana kita menyeimbangkan antara Time (Waktu) dan Action (Aksi). Biar Ungkapan “Lendu’na Salubarani, Tawana Mo Tau To” menjadi “Lendu’na Salubarani, Tawaku Bang Sia Pa”

Semoga bermanfaat.. Salama’ 🙂

Baca Juga : “Mendadi Tau” Menjadi Orang, Dalam Pandangan Orang Toraja

 

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. JM Tumonglo says:

    Menurut ku pribadi arti dari “Lendu’na Salubarani tawana mo tau” kalau di kaitkan dengan asmara adalah, pesan tersirat bahkan lumayan tegas dari pendahulu kita orang Toraja agar dalam memilih pendamping sebaiknya sesama orang Toraja. Nah kalau sudah lewat Salubarani yg notabene perbatasan Toraja-Enrekang itu sudah menjadi ‘tawana mo tau’.. artinya kita jangan lagi mengingini seorang melewati daerah tersebut. Cukup sesama Toraja saja. Entah mengapa pendahulu kita menginginkan agar yg saling memiliki sebaiknya sesama Toraja saja, tetapi menurutku karena ini dibuat oleh pendahulu kita, tentu ada magsud atau bahakan tujuan tersendiri, atau sederhananya darah asli Toraja tetap terjaga.. hehe :

    Like

  2. Rio says:

    Istila ki to sa’dan minanga too…lenduna salubarari tawana tau saba’ den dolo inde kampung tahun 2000 den cewek na lamale massikola lako makasaar na pangkambi’ ri te cowok na ..na telle telle mi sola solana pada pangkambi’ na kua lenduna salu barani tawana taw

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s