WISATA MASSAYO TORAJA Dalam Bingkai Kisah Kakak Potong Adik Untuk Makanan Babi

Berbicara soal Toraja, tidak akan ada habis-habisnya untuk kita ulas. Selalu ada bumbu yang melengkapi Kepopuleran Toraja bahkan untuk menunggu hidangan Kopi dari Gelas kedua sebagian orang rela menunggu giliran. Katanya: “Menikmati Surga Budaya, Surga Alam harus butuh perjuangan bro, kek aku berjuang untuk kamu” Wessstt.. inda omo ka’ morai dipakenai.. hahaha

Nah, Toraja Selain sering di identikkan dengan Budaya dan Tempat Wisata yang Menarik, ada satu yang kadang kita Lupa dari Toraja yaitu Legenda atau Cerita Rakyatnya. Padahal yang sebenarnya, kita harus tahu dulu Asal-Usul sebuah tempat baru Kita Jalan. Kata orang Toraja, “Dau Ta Ma’lingka Buta bang”

Ini sama dengan tempat wisata yang satu ini, ada legenda yang mungkin jarang di ketahui masyarakat Toraja, apa itu? Ayo, kita coba bahas bersama…

16603032_420919158252883_6470144845247543722_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’

MASSAYO adalah sebuah desa di Toraja yang terkenal dengan legenda batu raksasanya Massayo terletak di Kelurahan Buangin, Kec. Rantebua, Kab. Toraja Utara, Prov. Sulawesi Selatan. Untuk menuju ke lokasi anda harus menempuh jarak ±50 km ke sebelah timur kota Rantepao atau ±5 km dari Objek Wisata Gumuk Pasir (Arah ke Patilang)

16427644_365562017163786_7781996426542733293_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’

Menurut paparan dari salah seorang penduduk kampung tersebut, batu paling besar di lokasi wisata ini konon tempat persembunyian seorang anak yang ketakutan setelah memotong adiknya yang bernama Lisu.

Suatu hari seorang anak disuruh oleh ibunya memotong sayur lisu atau batang talas untuk makanan babi peliharaannya.Karena salah paham, anak inipun memotong adiknya yang juga bernama Lisu, mirip dengan nama sayur lisu.

16473041_365561460497175_4960278001059413613_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’
16508531_420919151586217_2344967030438146178_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’

Setelah ayahnya mengetahui hal ini, ayahnya sangat marah dan anak tersebut lari bersembunyi ke batu besar hingga tidak ditemukan lagi. Setelah kejadian tersebut muncullah garis-garis memanjang terurai bagaikan rambut di permukaan batu. Konon rambut itu bagaikan rambut sang anak yang bersembunyi dan hilang entah kemana.

16641028_367298266990161_4638838963922495571_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’

Kini batu tersebut menjadi Objek Wisata dari desa tersebut. Kemudian dilokasi ini ada juga sungai kecil jika anda ingin merasakan dinginnya air di Toraja. Kebanyakan yang datang sangat menikmati sambil berendam di sungai tersebut

16649402_367299756990012_4593589625537130319_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’
16508647_367300323656622_3282836276465858822_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’
16602570_420919161586216_8362171293604708792_n
Sumber: Idris Rupang Sarungngu’

Jadi nanti, kalau berkunjung kesana harus bisa Kontrol Ucapan ya. karena Alam Punya Aturannya Masing-Masing. Salama’

Baca Juga:

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Anno Riand says:

    Sekilas batunya menyerupai kepala babi

    Like

  2. David says:

    Ilmu lg diterima.
    Mungkin masih ada cerita yg lain.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s