Sajak Tentang Kopi Dari Mulut Wanita Penikmat

Republik Kopi

Penulis Eunike Pakiding

Merdekalah untuk setiap seduhan dalam sehari

Layaknya rindu Penikmat untuk hitam pekat yang manis

Dicarinya tangan pengaduk yang mahir menuang

Tumpahan karena sambaran Sang Tuan itu biasa,

Halusinasi soal dahaga,

Hantaman lurus panas imajinasi,

Serta lidah Penikmat yang  jinak mengumbar-umbar rasa

Kali ini penekanannya pada jenis, Kualitas, dan dari Daerah mana Sang Hitam itu Tumbuh

Konkritnya, tiap hari Daku nikmati, Bercumbu manis dengan bibir cangkir

Sebagai sapaan hangat pengawal hari

Serta penutup dikala senja menjemput untuk tidur

Problem Hidup Selesai….

Kopi Tetap Pada Posisinya, Sebagai Pusat Inspirasi.

Tana Toraja, 09 Oktober 2016

***

Hidangan Kopi Gelas Kedua

Penulis: Eunike Pakiding

 

Kala Sang Tuan Menikmati gerimis tangis dari langit

Nostalgianya menusuk hingga ke nadi

Sajak soal rindu kini menyesatkan batin

Saat Pujangga Air menari dengan Asap

Rasa Panas, Aroma Bau, kesan nikmat sorgawi

Ironinya sekejap dalam situsi yang sama

Ketika hujan membanjiri selokan rumah

Secangkir Kopi hanyut seketika oleh Sang Tuan

Celoteh dari mulut untuk meminta Secangkir lagi jadi sebuah Tanya

Akankah Kopi dari gelas kedua meninggalkan kesan Manis untuk Penyeduh?

Jawabnya ada di Puisi Soal Hujan, Sajak Rindu, dan Monolog Secangkir Kopi

Kini Fakta yang terlukis adalah Rasa tambah karena Nikmat,

Nikmat untuk hal tak kasat mata

Hanya tubuh yang bisa menerjemahkannya.

Tana Toraja, 09 Oktober 2016

***

SI HITAM

Penulis: Eunike Pakiding

 

Bicara tentang hitam yang Kehadiannya dicari

Hilang dalam sehari penikmatnya sakit

Paling jeli dia memanggil kala hujan

Mirip Pemutar waktu pengingat Nostalgia

Kelinci-kelinci malam pun ikut dalam perkumpulan

Ketika Si Hitam yang jadi hidangan

Kata Mereka pengusir tikus-tikus siang

Khalayak ramai sekejap membisu, menikmati, lalu terlelap

Si Hitam bukan Pembius, ataupun Bulan untuk Lorong Kosong

Tapi Si Hitam Pusaran di Segitiga Bermuda

Mengoyak-ngoyak Hari sampai menenggelamkan Malam

Itulah Si Hitam…

Keras, sekaligus Ancaman untuk Zat Lain di sekitarnya.

Tana Toraja, 09 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s