Virus Malware Ransomware Wanna Decryptor, Ini Penjelasannya

Ransomware adalah bentuk malware yang masuk ke dalam sistem dan mengunci pengguna dengan cara mengenkripsi seluruh file. Enkripsi ini bisa ‘ditebus’ dengan cara mengirimkan sejumlah uang kepada pemilik virus. Apa itu Malware? Malware adalah istilah yang digunakan untuk perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan terhadap sistem komputer. Contoh perangkat lunak berbahaya meliputi: Virus. Worm.

Sama seperti virus-virus sebelumnya, sifat malware selalu menggunakan rekayasa sosial dalam penyebarannya, di mana virus ini akan bekerja karena ulah user sendiri yang entah karena keluguan atau ketidaktahuannya membuka suatu file yang belum diketahui itu file apa. Sejauh ini, malware adalah virus yang paling mudah penyebarannya akibat ulah ketidaktahuan user, walaupun tingkat daya rusaknya terhadap file berbeda-beda.

Ada dua jenis ransomware, yaitu Locker dan Crypto.

  1. LOCKER adalah Si peretas hanya mengunci Anda dari data dengan menambahkan password yang hanya diketahui oleh si peretas. Namun seiring dengan makin canggihnya sekuriti, kini para peneliti bisa merangkai ulang kunci tersebut untuk memberikan password untuk membukanya dan data Anda aman tanpa diutak-atik.
  2. CRYPTO adalah Si Peretas bukan hanya mengunci data Anda melainkan juga dienkripsi dengan program yang hanya diketahui oleh si peretas. Sehingga kalaupun Anda bisa membuka kuncinya, data-data milik Anda tidak berguna karena dienkripsi menjadi data yang tak dikenal. WannaCry berada pada Jenis ini.

Pada Jumat 12 Mei 2017 lalu, dunia digemparkan dengan munculnya serangan Virus malware Ransomware Wanna Decryptor. Virus yang kerap disingkat sebagai WannaCry itu menyerang sejumlah negara di dunia. Negara yang terinfeksi di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Rusia, serta Indonesia.

WannaCry atau WannaCrypt atau WanaCrypt0r 2.0, atau Wanna Decryptor adalah sebuah perangkat tebusan yang digunakan sebagai alat penyerang Cyber skala besar yang menginfeksi lebih dari 75.000 Komputer di 99 Negara, dan Menuntut tebusan/pembayaran dalam 20 Bahasa hanya dalam durasi jam saja dengan biaya tebusan hingga Milyaran Rupiah

Dibanding ransomware lain yang sebelumnya hanya menyebar secara relatif terbatas, WannaCry lebih “sakti” karena memanfaatkan tool senjata cyber dinas intel Amerika Serikat, NSA, yang dicuri hacker dan dibocorkan di internet. Itulah mengapa WannaCry bisa menyebar luas dalam waktu relatif singkat. Hanya dalam beberapa jam, sang program jahat mampu menginfeksi ribuan sistem komputer di puluhan negara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut berikut tips yang saya ambil referensinya dari TeknoLiputan6.com, bagaimana cara melindungi diri kamu dari serangan siber Virus Malware Ransomware WannaCry .

  1. Backup data

Salah satu perlindungan yang tepat untuk menghadapi serangan ransomware adalah dengan mem-backup seluruh informasi atau data di perangkat pada sistem yang berbeda.

Cara terbaik untuk melakukan itu, kamu bisa menyimpan backup data tersebut di eksternal HDD yang sama sekali tidak terhubung dengan internet.

Dengan begini, ketika terkena serangan, kamu tidak perlu khawatir kehilangan data-data yang ada di dalam perangkat.

  1. Selalu curigai email, situs web, dan aplikasi

Cara paling umum yang hacker lakukan adalah dengan menggunakan metode phishing email; iklan palsu di situs web; atau aplikasi dan program mencurigakan.

Oleh karena itu, ada baiknya pengguna untuk ekstra hati-hati ketika membuka email atau berkunjung ke situs web yang tak dikenal.

Usahakan untuk mengunduh aplikasi di toko aplikasi resmi, dan selalu membaca reviews di dalam aplikasi sebelum menginstalnya.

  1. Gunakan program antivirus

Walau terkesan ‘jadul’, program antivirus dapat menghentikan serangan ransomware sebelum diunduh ke dalam komputer dan menghapusnya bilamana terdeteksi.

Kebanyakan, program antivirus dapat memblokir proses instalasi otomatis dari beberapa iklan palsu ketika kamu menjelajah di internet, dan mencari apakah ada malware yang menginfeksi komputer atau perangkat mobile.

  1. Install update

Jangan lupa untuk memperbarui software atau aplikasi yang kamu gunakan bilamana sudah tersedia. Lewat pembaruan ini, pengembang acap kali memperbaiki ‘lubang’ yang sering dimanfaatkan untuk meng-install ransomware.

  1. Jangan pernah bayar tebusan

Perlu diingat, usai membayar tebusan belum berarti data-data yang disandera akan langsung kamu dapatkan kembali.

Untuk informasi, beberapa program dapat kamu gunakan untuk mendekripsi data yang disandera. Atau, jika kamu memiliki data cadangan dapat langsung memulihkan kembali perangkat seperti semula tanpa perlu pusing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s